Translate

Kamis, 14 April 2011

Tipu Daya Zionis dan Salibis


Pada kenyataannya, ada keraguan yang besar, apakah orang-orang ateis itu melakukan semua perbuatan mereka secara jujur karena dorongan pribadi mereka? Karena berdasarkan fakta, gerakan ateisme itu dimulai dengan memerangi kekuasaan gereja. Kemudian hal itu dimanfaatkan oleh orang Yahudi untuk kepentingan mereka. Yaitu, untuk menghancurkan fondasi dasar kehidupan mausia. Sehingga, di atas bumi ini tidak ada umat manusia yang memiliki fondasi dasar yang kuat ini selain mereka -seperti yang mereka katakan dalam Protokol-protokol Pemimpin Zionis. Akibatnya, runtuhlah kemanusiaan itu dan akhirnya mereka bertekuk lutut di bawah kekuasaan zionis. Karena hanya orang-orang zionis itulah pada akhirnya yang tetap berdiri di atas sumber kekuatan hakiki, yang diberikan oleh akidah itu!
Secanggih apa pun kemampuan tipu daya dan konspirasi orang-orang Yahudi, mereka tetap tidak mampu mengalahkan fitrah manusia. yakni, fitrah yang didalamnya terdapat keimanan terhadap keberadaan tuhan, meskipun kadang tidak dapat mencapai pengetahuan tentang Tuhan yang Haq dengan sifat-sifatNya yang Haq. Juga kadang tersesat karena tidak mentauhidkan kekuasaan Tuhan dalam kehidupannya. Sehingga, ia pun mendapatkan status musyrik dan kafir karenanya.
Namun, sebagian orang ada yang rusak fitrahnya, dan perangkat penerimaan serta tanggapan fitrahnya telah rusak pula. Jiwa-jiwa seperti ini sajalah yang dapat dipengaruhi oleh tipu daya Yahudi, yang bertujuan menghapuskan keberadaan Allah dari diri mereka. Tapi, jiwa-jiwa yang rusak fitrahnya ini, tetaplah akan menjadi barang langka dalam lingkup umat manusia secara keseluruhan sepanjang sejarah. Orang-orang ateis  yang sebenarnya, di atas muka bumi, saat ini hanyalah berjumlah beberapa juta orang saja- di Rusia maupun Cina dari ratusan juta orang rakyat mereka yang dipimpin dengan tangan besi. Padahal, mereka telah berusaha keras selama lebih dari empat puluh tahun untuk mencabut keimanan ratusan rakyat mereka dengan segenap perangkat pendidikan dan media massa.
Orang-orang Yahudi hanya berhasil dalam bidang lain. Yaitu, mengubah agama menjadi hanya sekedar spiritualitas dan ritual kosong. Mereka mencampakkan ajaran-ajaran agama dari realitas kehidupan. Sambil memberi kesan kepada orang-orang yang mempercayai agama bahwa mereka tetap berada dalam keimanan kepada Allah, meksipun ada tuhan-tuhan kecil yang menyusun aturan bagi kehidupan mereka, selain Allah! usaha mereka itu akhirnya benar-benar dapat menghancurkan kemanusiaan, meskipun manusia tetap menyangka  bahwa mereka masih beriman kepada Allah.
Mereka terutama membidikkan rencana jelas itu kepada Islam, sebelum seluruh agama lainnya. Pasalnya, mereka  mengetahui dari sejarah mereka seluruhnya bahwa mereka hanya dapat dikalahkan oleh agama Islam, ketika agama ini aktif mengatur kehidupan. Sementara mereka dapat mengalahkan dan memperdayakan pemeluk Islam, selama kaum muslimin tidak menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan mereka, meskipun mereka tetap merasa sebagai orang Islam yang beriman kepada Allah. Upaya membius manusia dari keberadaan agama ini, dengan mengatakannya bahwa agama pada dasarnya tidak ada dalam kehidupan manusia, adalah sesuatu yang menjadi keniscayaan agar konspirasi kotor mereka itu berhasil. Sehingga Allah membangkitkan manusia dari keterbiasaan mereka!
Orang-orang Yahudi-Zionis dan orang-orang Nasrani-Salibis telah kehilangan akal menghadap agama kita di wilayah Islam yang luas ini, baik di Afrika, Asia dan Eropa. Mereka telah berputus asa untuk mengubah pemeluk agama ini menjadi ateis, melalui pelbagai aliran materialis. Mereka juga telah berputus asa untuk mengubah kaum muslimin menjadi pemeluk agama lain, melalui jalan misionarisme maupun kolonialisme. Karena fitrah manusia itu sendiri merasa asing dan menolak ateisme, bahkan di kalangan orang-orang pagan sendiri, apalagi kaum muslimin. Agama manapun tidak ada yang dapat merebut hati seseorang yang telah mengenal Islam, meskipun itu hati orang yang mengenal Islam melalui warisan nenek moyang.
Akibat keputusasaan mereka terhadap agama ini, maka orang-orang Yahudi-Zionis dam Nasrani-Salibis mengubah taktik mereka dalam menghadapi Islam. Jika dulu mereka menghadapi Islam melalui konfrontasi langsung melalui jalan komunisme atau misionarisme, kini mereka menggunakan cara lain yang lebih keji dan taktik lain yang lebih canggih. Yaitu mereka mendirikan pelbagai lembaga dan LSM di wilayah-wilayah Islam yang menampilkan simbol-simbol Islam, mengakui akidahnya, dan tidak menolak agama Islam ini secara total. Kemudian, dengan tampilan yang menipu itu, lembaga-lembaga tersebut menjalankan seluruh program yang dirancang oleh konferensi-konferensi misionaris dan protokol-protokol Zionis, yang sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh mereka secara langsung, dalam waktu yang lama sekali.
Lembaga-lembaga atau LSM itu menampilkan diri dengan mengangkat bendera Islam, atau setidaknya mengatakan penghormatan mereka terhadap agama. Padahal, kenyataannya mereka mengkampanyekan ajaran yang bertentangan dengan agama Allah. mereka mencampakkan syariat Allah dari kehidupan, menghalalkan apa yang diharamkan Allah, menyebarkan pola pandang dan nilai-nilai materialisme tentang kehidupan dan akhlak yang tidak islami, menggerakkan seluruh media massa untuk menghancurkan nilai-nilai akhlak Islam, dan mencampakkan segenap ajaran dan kecenderungan agamis.
Selain itu, mereka menjalankan seluruh program yang digariskan konferensi-konferensi misionaris dan protokol-protokol para pemimpin zionis. Yaitu, keharusan mengeluarkan wanita muslimah dari rumah ke jalan-jalan. Kemudian menjadikannya sebagai fitnah bagi masyarakat, dengan slogan perkembangan, kemodernan, dan produktifitas. Sementara itu, jutaan tangan pekerja di negara-negara tersebut menjadi pengangguran dan tidak mendapatkan pekerjaan yang layak! Kemudian mereka mempermudah perangkat perusak moral, serta mendorong kaum pria dan wanita untuk berbaur dalam lapangan pekerjaan dan perkumpulan.
Semua itu mereka lakukan tetapi, mereka tetap mengklaim diri mereka sebagai umat Islam dan menghormati akidah Islam! Sementara masyarakat umum pun menyangka bahwa para pendusta hidup dalam masyarakat muslim, dan mereka juga masih menjadi orang Islam! Pasalnya, dalam pikiran masyarakat itu, bukanlah orang-orang yang saleh dari mereka tetap menjalankan shalat dan shaum? Sedangkan, tentang apakah haakimiah hanya bagi Allah atau bagi pelbagai macam tuhan, maka masyarakat telah tertipu oleh gerakan salibis, zionis, misionaris, kolonialis, oritentalis, dan pelbagai media massa propagandis, yang menyatakan bahwa hal itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Selain itu, kaum muslimin juga tertipu dengan pendapat bahwa mereka tetap terus menjadi muslim dan berada dalam naungan agama Allah, meskipun seluruh kehidupan mereka dilakukan berdasarkan pola pandang, nilai, hukum, dan aturan-aturan yang bukan berasal dari agama Islam!
Untuk memperhebat tipuan dan penyesatan mereka itu, dan untuk makin menutupi peran Zionisme Internasiolisme dan Salibisme Internasional dalam konspirasi ini, maka mereka pun menciptakan pelbagai peperangan da permusuhan dalam pelbagai bentuk, antara mereka dan lembaga atau LSM-LSM yang mereka dirikan itu. LSM-LSM itu mereka jamin keberlangsungan hidupnya dengan cara sokongan materiil dan immateriil. Mereka jaga dengan kekuatan yang terang-terangan maupun tersembunyi. Mereka siapkan pena-pena para pakar mereka untuk membantu dan menjaganya secara langsung!
Perang buatan dan permusuhan teatrikal itu mereka lakukan agar tipuan mereka makin halus tak kentara. Juga untuk menjauhkan kecurigaan masyarakat umum dari para agen mereka yang menjalankan program-program jahat yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan sendiri selama tiga abad atau lebih. Misalnya, program penghancuran nilai-nilai dan akhlak serta mencampakkan akidah dan pola pandang Islam. Mereka menelanjangi umat Islam di wilayah yang amat luas ini, dari sumber kekuatannya yang utama. Yaitu, berjalannya kehidupan mereka berdasarkan ajaran dan syariat Islam. Mereka menjalankan rencana-rencana besar dan jahat yang telah digariskan oleh protokol-protokol zionis dan hasil konferensi-konferensi misionaris. Semua itu mereka lakukan di tengah kealpaan masyarakat muslim!
Jika setelah itu ada suatu wilayah yang tetap bertahan dan tidak jatuh dalam tipuan kotor mereka-tidak tunduk terhadap biusan agama palsu dan perangkat-perangkat keagamaan yang digunakan untuk mengubah-ubah ajaran Islam itu sendiri, menolak penamaan kekafiran sebagai Islam dan menolak penamaan kefasikan, kebejatan, dan amoralitas sebagai perkembangan, kemajuan dan pembaruan-maka segera mereka ciptakan perang fisik yang hebat di wilayah tersebut. Mereka lontarkan segenap tuduhan kotor kepada wilayah itu, dan mereka lumat wilayah itu sehancur-hancurnya. Sementara kantor berita internasional dan media massa internasional diam seribu bahasa, seperti orang bisu, tuli dan buta!
Sementara orang-orang Islam yang saleh namun picik pandangannya, melihat peperangan itu sebagai peperangan pribadi atau suku, yang tidak ada hubungannya dengan peperangan kekuatan luar terhadap agama Islam. Sehingga, mereka –bagi mereka yang memiliki fanatisme agama dan akhlak Islam- menyibukkan diri dalam kebodohan mereka dengan mengingatkan masyarakat terhadap pelanggaran dan kemungkaran-kemungkaran kecil. Setelah itu, mereka menyangka telah melaksanakan kewajiban mereka secara sempurna, dengan bermodal teriakan-teriakan parau mereka itu. Padahal, pada realitasnya, agama secara keseluruhan sedang dilumat habis-habisan dan dihancurkan dari dasarnya. Sementara kekuasaan Allah sedang dirampok total oleh para pencoleng, dan para taghut ‘tiran’- yang Allah perintahkan agar kita kafir terhadap mereka-menjadi penguasaan kehidupan manusia secara total tanpa tanding!
Melihat kebehasilan strategi dan taktik mereka itu, orang-orang Yahudi-Zionis dan Nasrani-Salibis akan bertepuk tangan dengan keras dalam kegembiraan. Padahal, sebelumnya mereka berputus asa dan kehilangan akal untuk menghabisi agama ini dengan gelombang ateisme atau gerakan misionaris, dalam waktu yang lama.
Namun, harapan kita kepada pertolongan Allah lebih besar. Keyakinan kita kepada agama ini lebih mendalam. Mereka boleh saja membuat strategi, tipu daya, dan konspirasi yang canggih, namun Allah akan mengalahkan semua strategi, tipu daya, dan konspirasi mereka itu. Allah berfirman:
“dan Sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar Padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. dan Sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap Karenanya. karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; Sesungguhnya Allah Maha perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Ibrahim: 46-47)

by : Sayyid Quthb Fii Dzilalil Quran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar